Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Sentuh Level Rp17.600

UNGKAPAN, MAKASSAR – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan menyentuh level Rp17.600 pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Berdasarkan data perdagangan terbaru, kurs dolar AS berada di kisaran Rp17.605,01 atau menguat sekitar 0,12 persen dalam sehari.

Pelemahan mata uang Garuda tersebut dipengaruhi sejumlah faktor global, mulai dari penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak dunia, hingga meningkatnya tensi geopolitik internasional.

Laporan FXStreet Indonesia menyebutkan rupiah melemah sekitar 0,62 persen ke level Rp17.606 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah menguatnya ekonomi Amerika Serikat yang membuat dolar semakin perkasa di pasar global.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia di atas US$100 per barel turut mempersempit ruang pemulihan rupiah. Kondisi tersebut diperburuk oleh meningkatnya risiko geopolitik, termasuk tensi konflik di Timur Tengah yang memicu pelaku pasar memburu aset aman seperti dolar AS.

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah juga dipicu oleh arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor cenderung berhati-hati karena ketidakpastian global masih tinggi.

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlangsung apabila harga minyak dunia terus meningkat dan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Di sisi lain, Bank Indonesia disebut terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah intervensi dilakukan melalui pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), hingga Non Deliverable Forward (NDF).

Melemahnya rupiah dinilai berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.(*)

Baca juga:  Pelindo Regional 4 dan PT Eastern Teken Kerja Sama Layanan Kepelabuhanan