104 Orang Diamankan dalam Penggerebekan, DPRD Makassar Soroti Akar Masalah Kampung Sapiria

UNGKAPAN, MAKASSAR – Penggerebekan polisi di Kampung Sapiria Bortak, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengamankan 104 orang terkait dugaan peredaran narkoba, kembali menyoroti persoalan sosial di kawasan tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai stigma sebagai kampung narkoba tidak dapat dilepaskan dari persoalan sosial yang kompleks, mulai dari kemiskinan struktural, rendahnya akses pendidikan, terbatasnya peluang ekonomi, hingga lemahnya pengawasan lingkungan.

Menurut Andi Hadi, persoalan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari berbagai persoalan yang berlangsung dan saling berkaitan.

“Kenapa sampai stigma kampung narkoba itu melekat terus, tentu akar masalah sosial di balik kampung narkoba tidak muncul begitu saja, tapi akumulasi dari masalah sosial yang berlapis,” ujar Andi Hadi, seperti dilansir Detikcom.

Ia menjelaskan, kawasan yang mendapat stigma serupa kerap menghadapi persoalan kemiskinan dan kepadatan penduduk, sementara perencanaan serta intervensi sosial dinilai belum maksimal.

“Secara umum kawasan yang dicap seperti ini adalah kantong-kantong kemiskinan dengan penduduk yang tinggi, namun minim perencanaan dan intervensi sosial,” katanya.

Andi Hadi menilai kemiskinan struktural menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Keterbatasan lapangan kerja dan peluang ekonomi, menurutnya, dapat meningkatkan kerentanan sosial masyarakat terhadap berbagai aktivitas kriminal.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan serupa tidak hanya ditemukan di Kampung Sapiria Bortak, tetapi dapat terjadi di wilayah lain yang menghadapi tekanan sosial dan ekonomi.

“Di banyak kasus kampung yang berawal munculnya fenomena seperti saat ini memang banyak pengangguran di dalamnya dan jarang yang punya kerja. Di mana kemiskinan dan kurangnya peluang ekonomi membuat warga lebih rentan terlibat dalam persoalan narkoba,” ujar Andi Hadi.

Baca juga:  Delegasi Australia Jelajahi Inovasi Makassar Creative Hub

Selain faktor ekonomi, ia menyoroti akses pendidikan dan kondisi permukiman yang padat sebagai persoalan lain yang perlu dibenahi. Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan dan ketimpangan sosial dapat memperbesar kerentanan lingkungan apabila tidak diimbangi dengan intervensi yang tepat.

“Yang kedua adalah pendidikan yang rendah dan permukiman yang padat penduduk. Kalau kita lihat di sana memang akses pendidikan yang lemah dan ketimpangan sosial menciptakan ekosistem sosial yang rapuh dan menjadi lahan subur bagi pertumbuhan aktivitas kriminal,” tuturnya.

Andi Hadi juga menyoroti pentingnya pengawasan di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Peran RT/RW serta pemerintah kecamatan, menurutnya, perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Ketiga mungkin pergaulan warga dan minimnya pengawasan, adanya pergaulan bebas narkoba dan minimnya pengawasan, baik itu keluarga, RT/RW dan kecamatan,” ujarnya.

Meski demikian, Andi mengingatkan agar penggerebekan tersebut tidak menjadi alasan untuk menggeneralisasi seluruh warga Kampung Sapiria Bortak sebagai pengguna narkoba.

Ia menekankan bahwa persoalan narkoba harus dilihat secara lebih menyeluruh, dengan memperhatikan perbedaan antara individu yang terlibat dalam tindak pidana dan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

“Tentu bukan karena semua masyarakatnya pengguna, tapi lingkaran kemiskinan, pendidikan rendah dan lingkungan padat kemudian lemahnya pengawasan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar sehingga dikenal dengan kampung narkoba,” ungkapnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 104 orang dalam penggerebekan di Kampung Sapiria Bortak pada Jumat (9/10/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan urine yang disampaikan dalam laporan tersebut, sebanyak 98 orang dinyatakan positif narkoba, sedangkan enam orang lainnya negatif.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menyebut kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian aparat terkait dugaan peredaran narkoba.

“Kampung Sapiria Bortak di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui peredaran narkoba di sana cukup besar,” ujar Arya Perdana.

Baca juga:  Perumda Terminal Makassar Mulai Ancang-ancang Inspeksi Kelaikan Kendaraan Mudik Lebaran

Penggerebekan tersebut kembali menempatkan persoalan narkoba di Kampung Sapiria Bortak dalam sorotan publik. Di sisi lain, pernyataan Andi Hadi menekankan pentingnya melihat persoalan tersebut tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan, peningkatan akses pendidikan, perluasan peluang ekonomi, serta penguatan pengawasan lingkungan.

Dengan pendekatan yang menyentuh akar persoalan, penanganan narkoba diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat agar warga yang tidak terlibat tidak ikut menanggung stigma negatif akibat persoalan yang terjadi di lingkungannya.(*)