UNGKAPAN, MAKASSAR – Pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi yang mencari pekerjaan sambilan di Makassar berhasil ditangkap polisi di Surabaya, Jawa Timur.
Pelaku berinisial FDR berupaya melarikan diri usai melakukan aksinya dalam sebuah rumah kontrakan di kawasan Barombong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelaku disergap polisi begitu turun dari atas kapal yang baru saja sandar di pelabuhan Surabaya, Sabtu (16/05/2026). Pelaku tampak terkejut saat dirangkul beberapa personel polisi yang sudah lebih dulu bersiaga di area dermaga tempat turunnya penumpang.
Saat disergap, pelaku dengan gaya mengenakan topi dan ransel hitam di pundaknya, hanya bisa tertunduk dan tanpa menunjukkan perlawanan di area dermaga. Kedua tangannya diikat mengarah ke bagian belakang.
Dari lokasi situ, polisi langsung menerbangkan pelaku dari Surabaya ke Makassar untuk menjalani proses hukum selanjutnya.
“Malam tadi tiba. Pelaku ditangkap saat turun dari kapal di pelabuhan di Surabaya tanpa perlawanan,” ungkap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana kepada media, Minggu (17/05/2026).
Kombes Arya Perdana lebih jauh menyampaikan, kasus ini berawal saat korban yang merupakan mahasiswi mencari pekerjaan sambilan.
Di situ korban tertarik dengan tawaran lowongan pekerjaan sebagai baby sister yang ditemukan dari Facebook.
Melihat informasi lowongan pekerjaan itulah, korban lalu berkomunikasi hingga akhirnya mendatangi rumah tempat pelaku.
Tapi saat bertemu dengan pelaku, korban disampaikan jika pekerjaan yang diharapkan harus menunggu waktu beberapa hari ke depan. Pelaku juga meminta kepada korban tinggal sementara waktu di rumah tersebut.
“Setelah korban datang, disampaikanlah kalau pekerjaan sebagai baby sitter ini masih harus menunggu beberapa hari lagi sehingga korban ini dipekerjakan di rumah itu selama dua hari,” jelasnya.
Pelaku diduga mulai melancarkan aksi bejatnya di hari ketiga. Korban diancam menggunakan pisau cutter agar menuruti keinginan pelaku. Tidak cuma mengancam pakai pisau, mata dan mulut korban ditutup lakban.
“Pelaku masuk ke kamar dan mengancam menggunakan pisau cutter korban, sehingga korban disekap dan mulut serta matanya itu ditutup lakban,” bebernya.
Tak hanya sekali, korban disebut mengalami kekerasan seksual berulang kali selama disekap oleh pelaku.
“Korban dirudapaksa beberapa kali,” tambahnya.
Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya terdeteksi berada di Surabaya. Penangkapan dilakukan melalui kerja sama lintas wilayah antara Polrestabes Makassar dengan jajaran kepolisian di Surabaya.






