UNGKAPAN, MAKASSAR – Capaian realisasi investasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah menembus angka Rp5 triliun. Realisasi investasi ini pun mengalami peningkatan 22,07 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di triwulan II atau periode Januari – September 2026, total realisasi investasi berhasil berada di angka Rp5.003.864.386.458. Jika dibandingkan periode yang sama pada 2025, realisasi yang tercatat hanya sebesar Rp4,10 triliun.
“Iklim investasi di Makassar kian menunjukkan tren positif. Kepercayaan investor menanamkan modalnya di kota ini semakin meningkat. Melihat data LKPM, realisasi investasi kini meningkat 22,07 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Kepala DPM PTSP Makassar Muhammad Mario Said, Selasa (03/11/2026).
Mario sapaan akrab Muhammad Mario Said menyebut, realisasi investasi Makassar berkontribusi signifikan terhadap capaian investasi di Sulawesi Selatan. Dari total realisasi investasi Sulsel sebesar Rp15,25 triliun, Kota Makassar menyumbang sekitar 32,80 persen.
“Kinerja ini sekaligus mempertegas posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Sulawesi Selatan,” sebutnya.
Dari sisi struktur penanaman modal, investasi dalam negeri masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Makassar. Selain itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp4,32 triliun atau berkontribusi 86,43 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp678,80 miliar atau sekitar 13,57 persen.
“Pertumbuhan PMDN bahkan mencapai 34,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tutur mantan Kadishub Kota Makassar itu.
Ditambahakan, aktivitas investasi tersebut tersebar dalam 12.343 proyek kegiatan usaha yang dilaporkan melalui LKPM. Sejumlah sektor menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi, sektor jasa lainnya, terutama sarana kesehatan, menempati posisi teratas dengan nilai Rp1,41 triliun.
Disusul sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar Rp793 miliar, serta sektor perumahan dan perkantoran yang mencapai Rp751 miliar.
“Sementara itu, industri makanan mencatatkan pertumbuhan paling pesat, yakni mencapai 271 persen dengan nilai investasi sebesar Rp507 miliar,” katanya.
Tak hanya itu, adapun investor dengan nilai investasi terbesar berasal dari PT Siloam International Hospitals dengan total penanaman modal mencapai Rp966 miliar. Untuk investasi asing, sejumlah negara menjadi penyumbang utama, di antaranya Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Tiongkok.
“Memasuki triwulan IV 2026, kami DPMPTSP Makassar semakin optimistis dapat meningkatkan capaian realisasi investasi hingga menembus Rp6 triliun,” jelas Mario.
Ia menyebutkan, target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan target investasi tahunan dapat tercapai.
Mario mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengakselerasi realisasi investasi pada penghujung tahun.
Di antaranya melalui pendampingan pelaporan LKPM bagi perusahaan PMDN dan PMA, pembentukan desk khusus percepatan perizinan, serta penyelesaian berbagai hambatan proyek melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain itu, pemerintah kota juga akan mengintensifkan promosi proyek-proyek siap tawar kepada calon investor.
“Kami menargetkan realisasi investasi pada triwulan IV bisa menembus Rp6 triliun sehingga target pertumbuhan investasi dapat tercapai,” ujarnya.
Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik Makassar sebagai pusat perdagangan, jasa, kesehatan, transportasi, dan investasi di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, peningkatan investasi, tidak hanya tercermin dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas aktivitas usaha.
“Dengan capaian realisasi investasi ini. Kita harpanya memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” tukasnya.









