MAKASSAR, UNGKAPAN – Pertandingan antara PSM Makassar melawan Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie tak hanya menjadi sorotan dari sisi olahraga, tetapi juga dari aspek keamanan dan tata kelola pertandingan.
Sebanyak 540 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya laga pertandingan pekan ke-29 Super League antara PSM Makassar melawan Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Kamis (23/4/2026). Aparat yang terlibat terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga steward dari panitia pelaksana.
Adapun 540 personel gabungan yang diturunkan. Terdiri dari polisi 365 orang, TNI 25 orang, Dishub 10 orang, Satpol PP 10 orang Damkar 10 orang dan 120 orang steward
Pihak Polres Parepare menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal demi memastikan pertandingan berlangsung aman dan kondusif.
“Kami menurunkan ratusan personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk di dalam dan luar stadion,” ungkap Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Slamet Paryanto.
Ia juga menekankan bahwa pemeriksaan terhadap penonton akan diperketat untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam stadion.
“Kami akan melakukan pemeriksaan ketat. Penonton tidak diperkenankan membawa flare, senjata tajam, minuman keras, maupun barang berbahaya lainnya,” tegasnya.
Langkah pembatasan jumlah penonton sekitar 3.000 orang menjadi bagian dari strategi pengamanan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa keselamatan penonton dan kelancaran pertandingan menjadi prioritas utama dibandingkan aspek lainnya.
Dari sisi panitia pelaksana, upaya menjaga kenyamanan dan keamanan juga menjadi perhatian serius. Perwakilan panpel menyebut koordinasi dengan aparat keamanan telah dilakukan jauh hari sebelum pertandingan digelar.
Di tengah pengamanan ketat, para suporter tetap antusias menyambut laga ini. Bagi pendukung PSM Makassar, kehadiran di stadion adalah bentuk loyalitas dan kecintaan terhadap tim kebanggaan.
Namun, mereka juga berharap pertandingan dapat berlangsung tanpa insiden. Rasa aman menjadi faktor penting agar atmosfer stadion kembali hidup dan positif.
Seorang suporter yang hadir mengaku optimistis dengan sistem pengamanan yang diterapkan.
“Kami datang untuk mendukung PSM. Harapannya tentu pertandingan berjalan aman, jadi semua bisa menikmati tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi aparat keamanan dan penyelenggara. Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif akan memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sepak bola nasional.
Karena itu, laga ini bukan hanya soal hasil akhir di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana sepak bola Indonesia terus berbenah menjadi lebih profesional, aman, dan nyaman bagi semua pihak.(*)









