UNGKAPAN, MAKASSAR – Ketahanan pangan dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital menjadi program inovasi yang hingga saat ini fokus dimaksimalkan Pemerintah Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Kepala Kelurahan (Lurah) Batua Taufiq mengatakan, program ketahanan pangan yang fokus dilaksanakan yaitu Urban Farming. Program strategis Pemerintah Kota Makassar sudah mulai dikembangkan secara bertahap di awal tahun ini.
“Ada dua urban farming yang berjalan, dan targetnya lima lokasi di awal tahun. Tentunya ini sejalan dengan program dari Wali Kota Makassar,” ujar pria kelahiran Ujung Pandang, 31 Januari 1983.
Lebih jauh Taufiq menyampaikan, urban farming yang dikembangkan ini tidak sebatas penanaman sayur, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai sektor peternakan dan perikanan skala rumah tangga.
“Di dalam urban farming itu banyak, seperti hidroponik, ada ikan, ayam, dan lain sebagainya. Masyarakat pun bisa memanfaatkan lahan sempit untuk kebutuhan pangan,” jelasnya.
Selain fokus pada ketahanan pangan, pihak kelurahan juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada warga melalui digitalisasi. Pihak kelurahan berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk merancang sebuah aplikasi pelayanan terpadu tingkat kelurahan.
Melalui aplikasi tersebut, warga nantinya tidak perlu lagi datang ke kantor kelurahan untuk mengurus administrasi dasar yang melibatkan RT dan RW.
“Saat ada urusan administrasi RT dan RW, tidak perlu ke kantor, cukup lewat aplikasi yang nantinya akan kami kembangkan,” tambahnya.
Meski demikian, Taufiq menyebutkan aplikasi tersebut masih dalam tahap penyempurnaan sebelum diluncurkan secara resmi kepada masyarakat.
“Sementara ini masih dikembangkan, semoga cepat rampung,” tutupnya.
Program urban farming dan digitalisasi pelayanan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mempermudah akses layanan publik bagi warga di wilayah Makassar, khususnya di Kelurahan Batua.






