UNGKAPAN, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah cepat dalam menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga PDAM memperkuat dan mempercepat penyaluran bantuan air bersih secara rutin setiap hari ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
Langkah ini dilakukan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang membuat ketersediaan air baku menurun drastis di berbagai wilayah.
“Langkah-langkah strategis yang disiapkan dan jalankan bagaimana menyiapkan air tangki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus-menerus kita pasok air gratis untuk warga,” ujar Appi sapaan akrabnya, Rabu (09/09/2026).
Distribusi air bersih ini digerakkan secara kolaboratif di bawah koordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta menggandeng pihak PDAM dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Berdasarkan data BPBD Makassar, status tanggap darurat bencana kekeringan yang diterapkan telah memperluas cakupan distribusi secara signifikan.
Saat ini, penyaluran telah menjangkau seluruh kecamatan dengan titik distribusi yang melonjak dari 50 titik menjadi 175 titik setiap hari. Tercatat, sebanyak 49 rit distribusi telah disalurkan dengan penerima manfaat mencapai 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa.
Karenanya itu, Appi menegaskan agar jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan secara cermat agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang paling membutuhkan.
“Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh Pemerintah Kota,” tegas Appi.
Sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis jangka panjang, Pemkot Makassar tidak hanya mengandalkan mobil tangki air. Dinas PU telah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 18 titik di berbagai lokasi strategis.
Appi juga meminta para camat dan lurah untuk aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan infrastruktur serupa agar ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat terjamin ke depannya.
Bagi warga Kota Makassar yang mengalami krisis air bersih dan belum tersentuh bantuan, Pemkot Makassar telah membuka mekanisme pelaporan terstruktur melalui kantor kelurahan setempat, atau dapat memanfaatkan kanal pengaduan digital berikut:
- Aplikasi Lontara+ (Layanan terpadu satu kota satu aplikasi)
- Hotline Darurat: 112 atau 08155112112
- Link Formulir Online: https://bit.ly/FormDistribusiAirBersih2026
Menghadapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau diperkirakan baru akan mereda dengan turunnya hujan secara signifikan pada akhir Oktober mendatang, Appi mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan waspada, serta memastikan pemerintah akan terus hadir memenuhi kebutuhan dasar warganya di tengah cuaca ekstrem ini.








