Appi Kecewa Ada Lurah Lebih Banyak di Warkop Dibanding Layani Warga

Appi Kecewa Ada Lurah Lebih Banyak di Warkop Dibanding Layani Warga

UNGKAPAN, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah mengetahui beberapa kepala kelurahan (Lurah) lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi (warkop) daripada bekerja memberikan pelayanan kepada warga.

Perilaku itu bagi Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin perlu segera diperbaiki. Dengan begitu tugas pelayanan pemerintahan di tingkat bawah dapat berjalan dengan baik dari masing-masing lurah.

“Saya mendapatkan laporan kalau ada lurah yang lebih banyak nongkrong di warkop daripada di kantornya. Ada juga lurah lebih banyak urus bisnisnya daripada urus kantornya,” kata Appi, Jumat (28/08/2026).

Menurut Appi, laporan yang diterimanya bukan hanya terkait lurah yang dinilai malas bekerja. Ada pula lurah yang secara kondisi fisik memang tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal.

Padahal lurah memiliki posisi strategis karena menjadi pejabat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Maka lurah sudah semestinya mengetahui secara langsung kondisi lingkungan, persoalan warga hingga berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya.

Karena itu orang nomor satu Makassar itu memberikan peringatan keras kepada jajaran lurah yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Kalaupun terdapat pejabat yang karena kondisi kesehatan maupun faktor lainnya tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, harus dicarikan solusi.

“Lurah harus sudah turun pantau lingkungan, sampah dan sapa warga. Lurah itu yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat. Kalau tidak begitu, susah juga nanti,” tegasnya.

Wali Kota Makassar juga mengingatkan bahwa tugas lurah bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi pemerintahan. Lurah memiliki tanggung jawab dalam merencanakan, menyusun dan melaksanakan program kerja kelurahan, menjalankan pemberdayaan masyarakat.

Serta memastikan pelayanan publik dan ketenteraman wilayah berjalan dengan baik.

Baca juga:  Hadiri Peluncuran Satu Juta Polybag, Arman: Cabe dan Bawang Solusi Tekan Inflasi

Karena itu, ia meminta kinerja lurah ke depan harus dapat diukur secara objektif.

“Kita akan rancang sebuah sistem di mana fungsi-fungsi pengawasan terhadap lurah ada di daerah yang akan terus memberikan pressure kepada lurah untuk mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diturunkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Munafri mengatakan, sistem pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh lurah benar-benar menjalankan tugas kedinasan dan program pemerintahan.

“Saya tidak mau salah-salah lagi untuk memastikan supaya benar-benar Lurah ada kerjanya,”  katanya.

Selain mengingatkan lurah, Munafri juga meminta camat melakukan penilaian secara objektif terhadap kinerja lurah di wilayah masing-masing.

Ia tidak ingin penilaian kinerja digunakan sebagai alat untuk menjatuhkan seorang lurah karena persoalan pribadi.

Menurutnya, lurah yang berkinerja buruk harus diberikan penilaian sesuai fakta. Namun, lurah yang bekerja baik juga tidak boleh diberikan penilaian buruk hanya karena persoalan dendam atau kepentingan pribadi.

“Kalau lurahnya jelek, kasih jelek supaya ada alasan kita untuk mengganti. Tapi jangan juga kalau bagus dikasih jelek karena dendam, karena sisi dendam pribadi. Enggak boleh juga seperti itu,” pesan Appi.

Munafri bahkan mengingatkan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan akan mengambil tindakan lebih tegas terhadap lurah yang terus-menerus bermasalah dengan camat maupun atasannya.

Ia meminta seluruh proses pembinaan dan evaluasi dilakukan secara profesional, tanpa intervensi kepentingan tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengingatkan jajaran kecamatan dan kelurahan mengenai pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kegiatan masyarakat harus tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

“Kita berharap agar kegiatan tidak dijadikan alasan bagi lurah untuk mencari pembiayaan kepada masyarakat secara berlebihan,” imbuh Munafri.

Baca juga:  Ketua DPRD Makassar Dampingi Kunjungan Dirjen PU Tinjau Rencana Rekonstruksi Gedung

Hal lain yang menjadi perhatian Munafri adalah persoalan kebersihan. Ia meminta setiap kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dan kelurahan sekaligus menjadi momentum edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Appi menginstruksikan agar sebelum kegiatan dimulai, masyarakat diberikan sosialisasi sederhana mengenai sampah organik dan nonorganik serta pentingnya menjaga kebersihan lokasi acara.

“Di setiap acara, tolong sudah dihadirkan selalu sosialisasi terhadap pembersihan sampah. Sebelum kita mulai, nanti disampaikan ini sampah organik, ini nonorganik, ini harus bersih,” jelasnya.

Munafri tidak ingin kegiatan masyarakat justru meninggalkan persoalan baru berupa tumpukan sampah.

Selain persoalan sampah, Munafri juga meminta pemerintah di tingkat wilayah terus memperkenalkan berbagai inovasi dan layanan digital yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat, termasuk Creative Hub dan aplikasi Lontara Plus.

Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah harus menjadi ruang untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai program pelayanan yang tersedia.

Dia juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga setiap hari

Menurutnya, persoalan kebersihan tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan atau agenda pemerintahan.

Wali Kota menuturkan bahwa masih ada potensi warga membuang sampah secara sembarangan, termasuk pada malam hari dengan memanfaatkan lokasi-lokasi yang sepi.

“Lurah yang ada di wilayah kalian menjadi rutinitas yang harus dijalankan secara baik. Setiap pagi bagaimana kondisi-kondisi ini tetap bisa terjaga,”  katanya.

Karena itu, Munafri menilai pengawasan lingkungan harus dilakukan secara konsisten oleh aparat kecamatan dan kelurahan.

Munafri menegaskan, seluruh jajaran pemerintah wilayah harus memahami bahwa tugas utama mereka bukan hanya mengejar administrasi dan target angka, tetapi memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca juga:  Wali Kota Makassar Minta Semua Camat, Lurah hingga RT-RW Jaga Kekompakan

Karena itu, evaluasi terhadap lurah akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja, kehadiran, kemampuan menjalankan program, respons terhadap persoalan masyarakat serta kontribusi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah.

“Yang saya mau pastikan adalah bagaimana semua Lurah benar-benar bekerja dan kegiatan kerjanya bisa dilihat,” pungkasnya.