UNGKAPAN, MAKASSAR – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mendapat perhatian di level internasional setelah dipercaya menjadi anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC) atau Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, Arab Saudi.
Kabar tersebut disampaikan Anies melalui unggahan media sosialnya usai mengikuti Riyadh Competitiveness Forum (RCF) di Riyadh dalam beberapa hari terakhir. Dalam forum tersebut, Anies hadir bersama sejumlah anggota dewan penasihat dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis bagi pengembangan Kota Riyadh.
“Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh,” tulis Anies dalam keterangannya dikutip, Senin (18/5/2026).
Menurut Anies, forum tersebut menjadi ruang diskusi penting antara para penasihat internasional dengan pemerintah Kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi dalam membahas strategi peningkatan daya saing kota.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena Jakarta dinilai sebagai salah satu kota yang sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi dan menjadi referensi bagi Riyadh dalam pengembangan kota modern.
“Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi,” ujar Anies.
Dalam forum itu, Anies hadir bersama Karsa Citylab dan berdiskusi dengan para anggota dewan penasihat lainnya mengenai konsep kota global yang nyaman, ramah, dan layak huni bagi masyarakat.
Ia berharap semakin banyak kota di Indonesia yang mampu berkembang menjadi kota global dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia.
“Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya,” tambahnya.
Partisipasi Anies di forum internasional tersebut dinilai menunjukkan pengakuan dunia terhadap pengalaman Jakarta dalam pembangunan perkotaan dan transportasi publik selama kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.(*)






