Bapenda Makassar Bidik Potensi Pajak Baru Genjot Pendapatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82?

UNGKAPAN, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar masih terus bekerja ekstra keras untuk dapat memenuhi capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar di tahun ini.

Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah mengatakan, pemetaan potensi pendapatan yang selama ini lepas dari perhatian atau belum tersentuh sudah seharusnya digarap secara maksimal. Potensi pajak baru yang dapat berkontribusi menggenjot pundi-pundi rupiah ke kas daerah, tak boleh abai dari pendataan.

“Kami harus bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi target PAD tahun ini. Ekstensifikasi dan intensifikasi pajak mesti ditingkatkan lagi,” sebut Asminullah, Rabu (01/04/2026).

Sejalan dengan penguatan pendataan terhadap potensi pajak baru, pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak juga harus tetap ditingkatkan.

“Pendataan terhadap potensi-potensi pajak baru mesti diperkuat, begitu pun dengan pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak,” sambungnya.

Asminullah juga menyadari, Bapenda Makassar dalam mengoptimalkan pendapatan tidak bisa dilakukan secara parsial saja. Namun diperlukan penguatan kerja sama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

“Kerja sama dengan semua stakeholder terkait perlu diperkuat untuk meningkatkan pendapatan,” sebutnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Makassar Umiyati secara tegas meminta Bapenda Makassar untuk intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaku usaha guna mengoptimalkan PAD. Hal ini diungkapkan dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) Triwulan I yang digelar di ruang Komisi B DPRD Makassar.

Menurut Umiyati, langkah sidak perlu diperkuat karena masih ditemukan potensi kebocoran pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah yang belum tergarap maksimal.

Ia menilai, pengawasan yang lemah berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menghindari kewajiban pajak. Padahal, sektor usaha merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah.

“Masih ada pelaku usaha yang belum taat pajak atau melaporkan omzet tidak sesuai. Ini tentu berdampak pada PAD kita. Karena itu, sidak harus lebih rutin dan menyeluruh,” tegas Umiyati.

Baca juga:  Danny Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Makassar

Politisi tersebut juga mendorong Bapenda untuk tidak hanya mengandalkan laporan administrasi dari wajib pajak, tetapi turun langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian data.

Selain itu, Umiyati menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sistem pengawasan pajak untuk meminimalisir potensi manipulasi data.

Ia berharap dengan langkah pengawasan yang lebih ketat, target PAD Kota Makassar dapat tercapai secara optimal, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Kalau PAD kita kuat, maka pembangunan dan pelayanan ke masyarakat juga akan semakin maksimal,” tutupnya.