UNGKAPAN, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar meminta Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Pembenahan dinilai penting untuk memastikan siswa dan tenaga pendidik dapat menjalankan proses belajar mengajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Anggota DPRD Makassar, Adi Akbar, mengatakan pembenahan fasilitas pendidikan tidak seharusnya baru dilakukan ketika kondisi bangunan mengalami kerusakan berat. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala agar fasilitas yang mulai mengalami penurunan kondisi dapat segera ditangani sebelum mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Hal tersebut, kata dia, salah satunya terlihat saat dirinya melakukan peninjauan di SMP Negeri 26 Makassar. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang guru, ruang kelas, toilet hingga area parkir, diperiksa untuk melihat secara langsung kebutuhan sekolah.
“Fasilitas sekolah yang kondisinya sudah membutuhkan perbaikan tentu menjadi perhatian kami. Bukan hanya SMP, tetapi sekolah SD juga harus mendapat perhatian yang sama,” ungkapnya sebagaimana dikutip pada, Kamis (24/9/2026).
Politisi PKS Makassar itu mengatakan akan mendorong agar fasilitas sekolah yang membutuhkan rehabilitasi segera ditindaklanjuti. Sebab, sekolah merupakan tempat anak-anak belajar setiap hari sehingga lingkungan dan fasilitas pendukungnya harus memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan kelayakan.
Ia menilai Pemerintah Kota Makassar perlu memiliki data yang jelas mengenai kondisi sarana pendidikan di seluruh wilayah. Dengan demikian, penanganan fasilitas sekolah dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan tidak semata-mata menunggu laporan ketika kerusakan sudah terjadi.
“Jangan sampai ada sekolah yang sudah lama membutuhkan perbaikan tetapi baru mendapat perhatian setelah kondisinya semakin parah. Karena itu, kita perlu melihat kondisi sekolah secara menyeluruh. Mana yang membutuhkan rehabilitasi, mana yang cukup diperbaiki, dan mana yang memang harus mendapat pembangunan fasilitas baru, semuanya harus dipetakan,” ujarnya.(*)














