UNGKAPAN, MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menjalin kerja sama terkait penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua KONI Makassar, Ismail dan Kepala Kejari Makassar, Andi Panca Sakti di Kantor KONI Makassar Jalan Kerung-kerung, Senin (19/01/2026) Siang.
“Pertama kali dalam sejarah, baru kali ini ada MoU KONI Kota Makassar dengan seluruh Aparatur Penegak Hukum (APH) di Kota Makassar. Pada hari ini dimulai dengan Kejari Kota Makassar,” kata Ismail saat memberi sambutan.
Kerja sama yang melibatkan APH di bidang olahraga menurut Ismail akan mengubah perspektif orang tentang keberadaan APH. Karena APH bukanlah instansi yang seharusnya ditakuti, melainkan harus diajak untuk berkolaborasi membangun organisasi yang amanah dan bertanggung jawab.
“Dulu itu Cabor-cabor berpikir kalau ada APH ke kita, kita merasa minder dan tidak tenang. Sekarang, justru kita senang didatangi langsung oleh pak Kajari Makassar,” ujarnya.
Keseriusan dan keinginan memimpin KONI Makassar menjadi lebih baik dan bersih dari korupsi bukanlah cita-cita belaka.
Ismail menuturkan, sejak awal dirinya diamanahkan menjadi Ketua KONI, politisi Partai Golkar itu selalu melibatkan APH membahas pengelolaan anggaran dana hibah.
“Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan sampai pada lpj, semua kita libatkan bersama. Bahkan waktu awal-awal, perencanaan kita buka selebar-lebarnya, protes memang maki kalau ada yang tidak disepakati. Alhamdulillah, sampai penyaluran anggaran tidak ada masalah. Adapun cabor-cabor yang tidak kita kasi bantuan itu adalah Cabor yang bermasalah kepengurusannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Andi Panca Sakti yang pernah bertugas di Kabupaten Sidrap itu mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka dan siap berkolaborasi bersama KONI Kota Makassar periode 2025-2029.
“Kejaksaan itu tidak seseram seperti yang kita pikirkan. Itu perspektif dulu, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” katanya.
Kerjasama ini diharap bisa membawa hal baik untuk seluruh pihak di bawah naungan KONI Kota Makassar. Bahkan ia dengan tangan terbuka mengajak seluruh pengurus Cabor untuk tidak segan-segan untuk konsultasi terkait penyusunan anggaran.
“Kalau mau susun anggaran, KONI atau cabor-cabor bisa konsultasi dengan Kejari. Inilah gunanya kerjasama ini,” ujarnya.
“Mari kita saling berkontribusi. Kalau ragu atau tidak tahu, lebih baik bertanya. Tolong diperhatikan pertanggungjawabannya. Diperhatikan, disiplin terkait bukti penggunaan anggarannya,” imbuhnya.
Acara yang berlangsung pukul 13.25 Wita ini juga dihadiri oleh masing-masing perwakilan Cabor dan seluruh pengurus KONI Makassar serta unsur Kejari Makassar.















