UNGKAPAN, JAKARTA — Rumah anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, menjadi sasaran penjarahan massa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Kediaman yang berada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan itu porak-poranda setelah ratusan orang memaksa masuk.
Massa mulai berkumpul di Jalan Denpasar Raya sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka mendesak satpam membuka portal perumahan, lalu merobohkan pagar besi rumah Eko. Jendela serta pintu dirusak sebelum massa akhirnya masuk dan membawa berbagai barang.
Sejumlah perabot rumah tangga dilaporkan raib, mulai dari kulkas, televisi, dispenser, sepatu, pakaian, hingga sepeda lipat. Karpet, hiasan dinding, dan perlengkapan rumah tangga lain juga ikut dibawa keluar.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan situasi sudah dapat dikendalikan setelah aparat gabungan Polri dan TNI diterjunkan ke lokasi. “Kondisi saat ini sudah kondusif, kami terus lakukan penjagaan di lapangan,” ujarnya.
Menanggapi peristiwa itu, Eko Patrio menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video singkat, Eko mengaku menyesal dan menyadari keresahan masyarakat. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap maupun menyampaikan pendapat.
Penjarahan rumah Eko Patrio bukan kasus tunggal. Sebelumnya, rumah politikus NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga digeruduk massa. Bahkan kediaman anggota DPR sekaligus selebritas Uya Kuya di Jakarta Timur turut menjadi sasaran.
Rangkaian penjarahan ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang meluas pasca insiden meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.(*)