UNGKAPAN, MAKASSAR – Kawasan permukiman padat penduduk yang berada di Jalan Teuku Umar 15, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam perhatian Pemerintah Kota Makassar.
Itu terbukti atas kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dalam kunjungan untuk melihat langsung perubahan kondisi kawasan sekaligus meninjau ketersediaan air bersih bagi masyarakat, Rabu (02/09/2026).
Kawasan kampung nelayan pesisir yang berada di tepian sungai itu dari sebelumnya nampak kumuh, kini memiliki pemandangan berbeda. Rumah-rumah warga sederhana yang padat penduduk dan kumuh telah disulap menjadi kawasan kampung warna-warni.
Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin menyebut, kawasan yang berada di sisi tol itu memiliki posisi strategis karena berada jalur yang menjadi akses masuk menuju Makassar. Karena itu, pembenahan lingkungan permukiman di kawasan tersebut sekaligus memberikan wajah baru bagi kota.
“Kalau masuk di Makassar, masuk di tol, sudah mau masuk di kota Makassar melihat kampung yang ada di bantaran sungai ini, itu sudah dicat warna-warni,” ujarnya.
Appi menjelaskan perubahan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan pihak swasta melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Ini bersama dengan Pak Lurah, bersama dengan Pak Camat, kita membangun komunikasi dengan pihak swasta melalui dana CSR. Mereka memberikan respons yang baik,” jelasnya.
Kata Appi, terdapat sekitar 200 rumah warga yang telah mendapatkan sentuhan warna dalam penataan kawasan tersebut.
“Kurang lebih 200 rumah yang dicat dengan warna-warni. Ya, pelan-pelanlah,” katanya.
Lebih jauh, Appi menegaskan penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar tidak hanya berorientasi pada perubahan fisik. Tetapi juga dibarengi dengan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Penegasan itu sejalan dengan tujuan utama kedatangannya di kawasan Kampung Warna-Warni Buloa untuk meninjau kondisi dan rencana pembangunan infrastruktur tambahan memastikan ketersediaan air warga.
“Setelah penampilannya, terus kita akan perhatikan keadaan masyarakatnya. Pemerintah harus hadir di setiap persoalan-persoalan masyarakat,” tuturnya.(ADV)














