UNGKAPAN, MAKASSAR – Sampah organik bukan sekadar masalah, namun kini menjadi peluang yang menguntungkan. Itu sudah dibuktikan oleh Pemerintah Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar. Sampah-sampah organik diolah menjadi ecoenzym.
Proses fermentasi sampah organik rumah tangga yang selama ini serius diolah berhasil menghasilkan 1.000 liter ecoenzym, dan siap digunakan untuk mengurangi bau tak sedap dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Panen ecoenzym yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Tamangapa melibatkan warga dan mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin, Minggu (25/01/2026).
“Ecoenzym ini adalah hasil kerja sama dan kesabaran warga dalam mengelola sampah organik. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi komunitas lain,” kata seorang warga Tamangapa.
Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin juga berperan penting di kegiatan ini. Pengetahuan akademik bertemu praktik warga.
Dengan demikian, panen ecoenzym Tamangapa menjadi contoh nyata bagaimana biomassa dapat menjadi solusi untuk mengurangi sampah organik dan meningkatkan kualitas lingkungan.






