Mayoritas DPD II Gandrungi Appi di Musda Golkar Sulsel

Mayoritas DPD II Gandrungi Appi di Musda Golkar Sulsel

UNGKAPAN, MAKASSAR – Dukungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin jelas arahnya jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di akhir Januari 2026.

Dukungan mayoritas DPD II kini secara konsisten terus ditujukan kepada Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin. Jika sebelumnya Appi, begitu Munafri Arifuddin akrab disapa, mengantongi dukungan secara terbuka dari 19 DPD II, kini jumlah dukungan itu bertambah 02. Sehingga total dukungan yang berhasil digenggam Appi sebanyak 21.

Terbaru, dukungan kepada Appi untuk maju dalam musda datang dari DPD II Golkar Luwu Timur, dan Ketua DPD II Golkar Toraja Utara. Keduanya resmi menyatakan dukungan pada Jumat malam, 09 Januari 2026.

Derasnya arus dukungan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat adanya kehendak kolektif dari struktur partai dalam menghadirkan kepemimpinan yang solid, inklusif, dan mampu mengonsolidasikan kekuatan Golkar di seluruh wilayah Sulsel.

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr Nurmal Idrus menilai, soliditas dukungan yang diberikan DPD II kepada ketua DPD II Partai Golkar Makassar tersebut merupakan sinyal positif bagi masa depan Partai Golkar di Sulsel.

“Bertambahnya dukungan dari mayoritas DPD II ini semakin mempertegas posisi Munafri Arifuddin sebagai figur kuat dan potensial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel,” ujarnya, Sabtu (10/01/2025).

Derasnya dukungan DPD II kepada Appi, sekaligus mencerminkan kuatnya harapan kader di daerah terhadap kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin solid.

Mantan Ketua KPU Makassar itu juga menyebutkan, menguatnya dukungan dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota menunjukkan adanya konsolidasi internal yang sehat.

Menurutnya, soliditas suara DPD II tidak hanya memperlihatkan kekuatan basis Munafri Arifuddin di akar rumput partai, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan dan penguatan kembali suara Partai Golkar ke depan.

Baca juga:  23 Bacaleg Ganda Ditemukan di KPU Makassar

“Solidnya dukungan DPD II kepada Munafri Arifuddin adalah hal yang sangat positif. Ini membuktikan bahwa Golkar sedang berada dalam fase konsolidasi dan memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dengan kepemimpinan yang kuat,” tambah Nurmal Idrus.

Ia melanjutkan, jika melihat eskalasi dukungan yang begitu masif dalam waktu relatif singkat, peluang Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, untuk menahkodai DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musda mendatang kini berada di atas angin.

Disebutkan, dukungan 21 dari total 24 DPD II kabupaten dan kota di Sulsel, menurutnya, bukan sekadar angka statistik semata, melainkan sinyal kuat adanya kehendak kolektif untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Angka 21 DPD II itu sangat menentukan. Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah pemegang kunci. Ini menunjukkan Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah,” jelasnya.

Dr Nurmal juga menilai, dengan telah mengantongi mayoritas suara sah, baik secara tertulis maupun lisan, secara matematis posisi Munafri Arifuddin hampir sulit dibendung dalam musda.

Bahkan, ia menilai peluang terpilihnya Appi secara aklamasi terbuka lebar jika tidak muncul dinamika signifikan menjelang pelaksanaan Musda.

Peluang tersebut, lanjut Nurmal, semakin menguat karena posisi Munafri Arifuddin saat ini dinilai sedang berada di puncak performa politiknya.

Keberhasilannya mengelola DPD II Partai Golkar Kota Makassar, dan Wali Kota Makassar menjadi barometer penting bagi DPD II lain di Sulawesi Selatan dalam melihat kapasitas kepemimpinannya.

“Para Ketua DPD II melihat Appi sebagai figur yang membawa energi baru. Apalagi memiliki logistik politik yang stabil serta kemampuan manajerial organisasi yang dibutuhkan Golkar untuk menghadapi tantangan politik dan pemilu ke depan,” ungkapnya.

Baca juga:  Bakal Ada Kejutan dari INIMI di Debat Pilwali Makassar Besok

Dia juga menilai, bergabungnya DPD II Partai Golkar Luwu Timur dan Toraja Utara dalam barisan pendukung Munafri juga dinilai sebagai sinyal bahwa dukungan tersebut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi telah mampu menembus basis-basis daerah yang sebelumnya masih dinamis.

Nurmal menyebutkan, hal ini memperlihatkan bahwa Appi dipandang sebagai figur jalan tengah yang mampu merangkul berbagai faksi di internal Golkar Sulsel yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik yang kuat.

Meski demikian, Nurmal mengingatkan bahwa Munafri tetap tidak boleh mengabaikan satu faktor krusial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, yakni pendekatan dengan pengurus DPP di Jakarta.

Meskipun dukungan DPD II telah mencapai sekitar 81 persen, keputusan akhir tetap melibatkan pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Variabel terakhir tetap ada di DPP Golkar di Jakarta. Biasanya DPP akan bersikap realistis, tetapi penentuan pemenang Musda provinsi tidak selalu ditentukan semata oleh suara terbanyak di tingkat DPD II,” saran Nurmal.

“Faktor inilah yang perlu dicermati dengan baik agar tidak menjadi batu sandungan,” tambah Nurmal, menutup analisis peluang Munafri memimpin Golkar Sulsel.