Legislator Hanura Tekankan Netralitas Aparat pada Pemilihan RT/RW Makassar

UNGKAPAN, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar dari Komisi D, Muchlis A Misbah, mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilihan ketua RT/RW serentak tahun 2025. Ia meminta seluruh pihak, khususnya aparat pemerintahan di tingkat bawah, memastikan proses demokrasi berjalan tanpa tekanan maupun intervensi.

Muchlis mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pemilihan RT/RW sebagai fondasi pemerintahan di tingkat paling dekat dengan warga. Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan menentukan kualitas kepemimpinan lingkungan ke depan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan harus berlangsung secara terbuka dan adil, sehingga setiap warga yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon ketua RT atau RW.

“Aparat wilayah, terutama camat dan lurah, tidak boleh mencampuri atau mengarahkan pilihan masyarakat. Peran mereka hanya sebagai fasilitator,” ujar Muchlis, Rabu (19/11/2025).

Legislator Partai Hanura tersebut menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang merata kepada warga terkait tahapan dan persyaratan pencalonan. Ia berharap tidak ada praktik pembatasan yang justru menghambat partisipasi publik.

“Menanggapi persoalan RT/RW dan LPM di Kota Makassar, kami berharap camat dan lurah memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat agar bisa mendaftarkan diri. Kami juga berharap tidak ada intimidasi atau cawe-cawe terhadap warga yang ingin maju,” tegasnya.

Muchlis menilai, proses seleksi yang terbuka akan melahirkan tokoh-tokoh lingkungan yang benar-benar memiliki komitmen untuk membantu pemerintah kota dalam menjalankan program pembangunan berbasis masyarakat.

“Buka selebar-lebarnya ruang demokrasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah tokoh masyarakat yang diharapkan mampu bersinergi dengan Pemkot Makassar,” katanya.

Ia juga memastikan DPRD Kota Makassar, khususnya Komisi D, siap menjalankan fungsi pengawasan apabila ditemukan indikasi pelanggaran selama proses pemilihan berlangsung.

“Jika ada pembatasan atau tekanan kepada warga, DPRD siap menjadi tempat pengaduan. Kami ingin pemilihan RT/RW ini benar-benar bersih dan demokratis,” tutup Muchlis.

Baca juga:  ASN Pemkot Makassar Dapat Tawaran Beasiswa dari Kedutaan Inggris

Pemilihan RT/RW serentak tahun 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan demokrasi di tingkat akar rumput serta mendorong lahirnya kepemimpinan lingkungan yang partisipatif dan berintegritas.