GAM Soroti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

MAKASSAR, UNGKAPAN – Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Peristiwa tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap iklim demokrasi dan keamanan bagi masyarakat, khususnya aktivis di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselrabar).

Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menilai insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kasus kriminal biasa. Mereka melihat adanya potensi intimidasi terhadap ruang-ruang demokrasi yang seharusnya dijaga dan dilindungi oleh negara.

Dalam keterangannya, GAM menegaskan bahwa peristiwa itu menjadi “peringatan” bagi semua pihak agar lebih serius dalam menjamin perlindungan terhadap warga, terutama mereka yang aktif menyuarakan aspirasi publik.

Mahasiswa juga mendesak pihak Kodam XIV/Hasanuddin untuk memberikan jaminan keamanan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di wilayah Sulselrabar.

“Perlu ada langkah konkret dan jaminan langsung agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” demikian pernyataan Akmal Yusran, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, GAM menekankan pentingnya penegakan hukum yang transparan dan tuntas terhadap pelaku penyiraman air keras tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara serius hingga ke akar-akarnya.

GAM juga mengingatkan bahwa keamanan dan kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan terhadap individu, terlebih yang berkaitan dengan aktivitas sosial dan kritik, harus menjadi perhatian bersama.

Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera menemukan titik terang.(*)

Baca juga:  Tiga Orang Jadi Tersangka Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar di RSUD Syekh Yusuf Gowa