UNGKAPAN, MAKASSAR – Helikopter Dauphin HR-3601 sudah melakukan pendaratan di Lanud Sultan Hasanuddin dengan membawa satu jenazah korban pesawat ATR 42-500.
Helikopter warna oren terang dari Basarnas itu ‘landing’ pada pukul 08.15 WITA, Rabu (21/01/2026). Berangkat dari Lampeso, Kabupaten Maros, ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Jenazah yang baru saja tiba di Lanud Sultan Hasanuddin itu merupakan jenazah korban pertama pesawat jenis kelamin laki-laki yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Bulusaraung.
Kepala Seksi (Kasi) Operasi Basarnas Makassar yang juga selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan mengatakan, melihat cuaca yang nampak mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka Dauphin HR-3601 diberangkatkan ke Lampeso pada pukul 07.47 WITA.
“Langsung menuju ke Lampeso dan untuk melakukan evakuasi. Setelah itu, korban dinaikkan ke helikopter untuk menuju ke Lanud. Pada pukul 08.15 WITA, berhasil landing dan langsung diserahkan ke Tim DVI,” sebut Sultan.
Dia juga menyampaikan, pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur dan dukungan kondisi cuaca yang relatif mendukung pada pagi hari.
Kata Sultan, proses evakuasi udara dilakukan setelah korban sebelumnya telah dievakuasi dari dasar jurang, ke punggungan Lampeso.
“Selanjutnya tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso , SRU 1 dengan kekuatan 50 personil, SRU 2 menyisir di area ditemukannya ekor pesawat sebanyak 28 orang personil, SRU 3 dari posko menuju Puncak dan membawa peralatan vertical dengan kekuatan 75 orang personil, SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 di mana di temukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil, ” tutupnya.






